Senin, 25 Januari 2010

Memberi Tempat Kepada Allah


Saya pikir bertapa sering kita mempunyai keinginan yang sepertinya baik tapi salah: mengharapkan Allah datang dengan cara-cara yang kita kehendaki. Menurut renungan hari ini, bagian kita adalah memberi tempat seluas-luasnya bagi Allah. Allah-lah yang memutuskan cara bagaimana Dia datang! Lebih jauh kita ikuti renungan dibawah ini.





”..sewaktu Allah... berkenan”   (Galatia 1:15).
Sebagai hamba-hamba Allah, kita harus memberi tempat bagi Dia - memberi tempat yang cukup luas bagi Allah. Kita merancang, memperhitungkan dan memperkirakan terjadi ini-itu, tetapi kita lupa untuk memberi tempat bagi Allah agar Ia dapat masuk seperti yang dikehendaki-Nya.
Akankah kita terkejut jika Allah masuk dalam kebaktian kita atau dalam pemberitaan firman kita dengan cara yang tidak pernah kita duga atau harapkan? Janganlah berharap Allah datang dengan cara khusus, melainkan Dia sendirilah yang kita cari (bukan cara). Cara kita memberi tempat kepada-Nya dalam mengharapkan Dia datang, itulah yang penting, bukan mengharapkan Dia datang menurut cara tertentu menurut kemauan kita.
Tidak jadi soal seberapa baik kita mengenal Allah, pelajaran besar yang harus dipelajari adalah bahwa Allah dapat datang setiap saat. Kita cenderung mengabaikan unsur dadakan ini,  namun Allah tidak pemah bekerja dengan cara lain. Taunya, tiba-tiba saja Allah menemui hidup kita - “...sewaktu Allah... berkenan...”
Peliharalah hidup Anda agar senantiasa berhubungan dengan Allah sedemikian rupa, sehingga kuasa-Nya yang mengejutkan itu dapat menerobos setiap saat. Hiduplah selalu dalam pengharapan, dan sediakanlah tempat bagi Allah untuk masuk sebagaimana Dia memutuskan sesuai kehendak-Nya. (My Utmost for His Highest 25 Januari 2010).

Tidak ada komentar: