Kamis, 04 Februari 2010

Keagungan Kuasa-Nya Yang Menggerakkan

PENGANTAR. Apakah yang sering ingin dilihat orang lain dalam hidup kita? Renungan hai ini mengatakan, bahwa penyerahan sepenuhnya kepada kuasa keagungan kasih Kristus akan menghasilkan buah yang akan selalu memperlihatkan tanda kesucian Allah dan kuasa-Nya, tanpa pernah menarik perhatian orang terhadap kesucian pribadi kita! Lebih lanjut kita ikuti dibawah ini:


Keagungan Kuasa-Nya Yang Menggerakkan

Kasih Kristus menguasai kami” (2 Korintus 5:14).

Paulus mengatakan bahwa dia dikuasai, ditaklukkan dan digenggam oleh “kasih Kristus”. Hanya sedikit di antara kita yang benar-benar mengetahui maknanya digenggam oleh kasih Allah. Kita cenderung dikendalikan semata oleh pengalaman kita sendiri. Satu hal yang mencekam dan menggenggam Paulus, dan olehnya mengesampingkan semua yang lain, yaitu kasih Allah. “Kasih Kristus menguasai kami”, jelas Paulus.
Bila kita mendengar pernyataan itu keluar diri kehidupan seorang pria atau wanita maka itu tidak dapat diragukan. Anda akan tahu bahwa Roh Allah sepenuhnya tidak terbendung dalam hidup orang-orang itu.

Bila kita dilahirkan kembali oleh Roh Allah, kesaksian kita semata-mata dilandasi apa yang Allah telah lakukan bagi kita, dan memang benarlah demikian.

Akan tetapi, itu akan berubah dan ditiadakan selamanya apabila Anda “menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu. . .‘ (Kisah Para Rasul 1 ;8). Baru saat itu Anda akan mulai menyadari makna ucapan Yesus ketika melanjutkan berkata, “...kamu akan menjadi saksi-Ku...” Bukan bersaksi tentang apa yang Yesus dapat lakukan - itu memang mendasar dan dapat dipahami - melainkan menjadi ”saksi-Ku”.

Kita akan menerima semua yang terjadi seperti seolah-olah itu terjadi atas diri-Nya, baik pujian atau celaan, aniaya atau pahala. Tidak seorang pun sanggup bersikap seperti ini untuk Yesus Kristus jika tidak sepenuhnya didorong oleh keagungan kuasa-Nya. Itulah satu-satunya hal yang penting, namun anehnya justru merupakan hal terakhir yang kita sadari sebagai pekerja Kristen.

Paulus mengatakan bahwa dia digenggam oleh kasih Allah dan itulah sebabnya dia bertindak seperti yang telah dilakukannya. Orang dapat menebutnya gila atau waras - dia tidak peduli. Hanya satu tujuan hidupnya, yaitu meyakinkan orang tentang hukuman Allah yang akan datang dan memberitahukan mereka tentang “kasih Kristus”.

Penyerahan sepenuhnya kepada “kasih Kristus” adalah satu-satunya hal yang akan menghasilkan buah dalam hidup Anda. Dan itu akan selalu memperlihatkan tanda kesucian Allah dan kuasa-Nya, tanpa pernah menarik perhatian orang terhadap kesucian pribadi Anda. (My Utmost for His Highest 4 Februari 2010).

Tidak ada komentar: