Sabtu, 04 September 2010

4 Sep ’10 – Milik-Nya


PER DEFINISI, kita mungkin bukan misionari - artinya orang yang pergi ke negeri lain untuk memberitakan Injil. Tetapi pada hakekatnya semua dipanggil menjadi murid Yesus. Dikatakan dalam Renungan hari ini, Tuhan menjadikan murid-Nya sebagai milik-Nya sendiri, yang bertanggung-jawab atasnya. Dan … hasrat yang timbul di dalam diri seorang murid bukanlah hasrat melakukan sesuatu untuk Yesus, melainkan hasrat menjadi suatu kesenangan sempurna bagi-Nya.

MILIK-NYA
“Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku …..” (Yohanes 17:6)
MISIONARIS adalah seseorang yang oleh karya Roh Kudus telah menyadari firman-Nya: “Kamu bukan milik kamu sendiri” (1 Kor 6:19). Mengatakan, “Aku bukan milikku sendiri,” membuktikan telah dicapainya tingkat kerohanian yang tinggi. Sifat yang benar dalam kehidupan setiap hari dibuktikan dengan penyerahan diri kepada seoarang Pribadi dengan menempatkan-Nya pada prioritas tertinggi. Pribadi itu adalah Yesus Kristus.
Roh Kudus menterjemahkan dan menjelaskan sifat/hakekat Yesus kepada saya untuk menyatukan saya dengan Tuhan, bukan supaya saya hanya menjadi sebuah piala di lemari pajangan-Nya.
Tuhan tidak pernah mengutus para murid-Nya berdasarkan tindakan yang telah diperbuat-Nya bagi mereka. Baru setelah kebangkitan, ketika para murid telah memahami melalui kuasa Roh Kudus siapa Yesus sebenarnya, maka Dia berkata, “Pergilah” (Matius 28:19, lihat juga Lukas 24:49 dan Kisah Rasul 1:8).
 “Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26). Dia tidak mengatakan bahwa orang ini tidak dapat menjadi baik atau jujur, tetapi bahwa dia tidak dapat menjadi seorang yang  tentangnya Yesus dapat menulis kata “milik-Ku”.
Hubungan manapun dari yang disebut Tuhan dalam ayat ini dapat bersaing dengan hubungan kita dengan Dia. Saya mungkin lebih suka dekat pada ibu saya, atau isteri saya atau diri saya sendiri, tetapi jika demikian halnya, maka, Yesus berkata, “Kamu tidak dapat menjadi murid-Ku”. Ini tidak berarti saya tidak dapat diselamatkan, tetapi saya tidak dapat menjadi milik-Nya seutuhnya.
Tuhan menjadikan murid-Nya sebagai milik-Nya sendiri, (yang) bertanggung-jawab atasnya. “…. Kamu akan menjadi saki-saksi-Ku” (Kisah Para Rasul 1:8). Hasrat yang timbul di dalam diri seorang murid bukanlah hasrat melakukan sesuatu untuk Yesus, melainkan hasrat menjadi suatu kesenangan sempurna (perfect delight) bagi-Nya.
Rahasia misionaris ialah “Aku adalah milik-Nya, dan Dia sedang menyelesaikan karya-Nya dan maksud-Nya memalui diriku.”
Jadilah milik-Nya seutuhnya. (My Utmost for His Highest, 4 September) 

Tidak ada komentar: