Jumat, 10 September 2010

10 Sep ’10 – Senjata Misionaris (1)

RENUNGAN hari ini, “Senjata Misionaris”. Kita mungkin bukan misionaris. Tetapi pekerja atau pelayan biasa. Tetapi kesiapan kita, pada hakekatnya sama. Kita tidak akan siap, kalau sebelumnya kita tidak masuk tempat latihan Allah, dimana senjata iman dapat ditemukan, ialah kehidupan penyembahan yang tersembunyi dan pribadi.

SENJATA MISIONARIS (1)
“Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." (Yohanes 1:48)
IBADAH Penyembahan dalam Peristiwa Sehari-hari. Kita mengira bahwa kita akan siap untuk pertempuran iman jika dihadapkan dengan suatu krisis besar, karena berpikir krisis akan membangun sesuatu didalam kita. Bukan, krisis malah akan menyingkapkan siapa kita dan bagaimana watak serta kesiapan diri kita.
Adakah Anda menemukan diri Anda berkata, “Jika Allah memanggil aku untuk bertempur, tentu saja saya akan siap dan berhasil?”
Anda takkan siap untuk peristiwa itu kecuali Anda telah mempersiapkan diri di tempat latihan Allah. Jika Anda tidak melakukan tugas Anda yang ada di tangan saat ini, yang telah dicancang Allah dalam hidup Anda, maka ketika krisis datang, Anda tidak akan siap menghadapinya. Krisis selalu menyikapkan watak sebenarnya dari seseorang.
Hubungan pribadi dalam ibadah/penyembahan (worshiping) kepada Allah adalah unsur penting terbesar dalam kesiapan rohani. Waktunya akan tiba, seperti yang dialami Natanael dalam nas ini, bahwa kehidupan “pohon ara” pribadi tidak mungkin lagi dipertahankan. Segala sesuatu harus terbuka, dan Anda akan mendapati diri Anda tidak berguna disana jika sebelumnya Anda tidak beribadah/penyembahan dalam kesempatan  setiap hari di rumah Anda sendiri.
Jika penyembahan Anda benar dalam hubungan pribadi Anda dengan Allah, maka bila Dia melepas Anda menjadi alat-Nya, Anda akan siap. Adalah dalam kehidupan yang tidak tampak, yang hanya dilihat oleh Allah, Anda telah menjadi siap dengan sempurna. Dan bila krisis datang, Anda dapat diandalkan oleh Allah.
Apakah Anda berkilah, “Tetapi aku tidak dapat diharapkan untuk menghayati kehidupan yang dikuduskan dalam keadaanku sekarang; aku tidak mempunyai waktu untuk berdoa atau mempelajari Alkitab sekarang ini; disamping itu, kesempatanku untuk bertempur belum tiba, tetapi bila itu tiba, tentu saja aku akan siap”.
Tidak. Anda tidak akan siap. Jika Anda tidak menjalani hidup ibadah penyembahan kepada Allah setiap hari, ketika Anda terlibat dalam pekerjaan Allah, Anda bukan hanya tidak berguna, melainkan juga menjadi penghalang bagi orang-orang disekitar Anda.
Tempat latihan Allah, dimana senjata misionaris dapat ditemukan, ialah kehidupan penyembahan orang percaya – kehidupan penyembahan yang tersembunyi dan pribadi. (My Utmost for His Highest, 10 September)

Tidak ada komentar: