Tampilkan postingan dengan label Bertumbuh secara rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bertumbuh secara rohani. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juli 2010

27 Jul ’10 - Cara Untuk Tahu

RENUNGAN hari ini, ”CARA UNTUK TAHU” (Way to Know) adalah tentang hukum utama memperoleh pengertian rohani, atau pengetahuan dan wawasan tentang ajaran Yesus Kristus, yaitu ketaatan.
Dikatakan,  kegelapan rohani adalah akibat dari ketidaktaatan. Tidak bertumbuh secara rohani juga karena ketidaktaatan. Selanjutnya dibawah ini:


CARA UNTUK TAHU  
 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri” (Yohanes 7:17).
HUKUM utama yang harus diikuti agar memperoleh pengertian rohani bukanlah masalah intelektual, melainkan ketaatan. Jika seseorang menginginkan pengetahuan ilmiah, maka keingintahuan intelektualnya haruslah menjadi pemandunya. Akan tetapi, jika dia menginginkan pengetahuan dan wawasan mengenai ajaran Yesus Kristus, maka dia hanya dapat memperolehnya melalui ketaatan.
Jika hal-hal rohani tampak gelap dan tersembunyi bagi saya, maka saya yakin bahwa ada segi ketidaktaatan dalam hidup saya. Kegelapan akal adalah akibat dari ketidaktahuan, tetapi kegelapan rohani adalah akibat dari ketidaktaatan.
Tidak seorang pun yang pernah menerima sepatah kata dari Allah tanpa segera mengujinya. Kita tidak-taat dan kemudian merasa heran mengapa kita tidak bertumbuh secara rohani. Yesus berkata,  Jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, ... “ (Matius 5:23-24). Yesus sebenarnya berkata, “Jangan ucapkan sepatah kata pun kepada-Ku; pertama-tama patuhlah dengan membereskan segala sesuatu.”
Ajaran Yesus selalu tepat mengena di mana pun kita hidup. Kita tidak dapat berdiri sebagai seorang yang berpura-pura di hadapan-Nya walaupun hanya sekejap. Dia memerintahkan kita dengan penuh detil. Roh Allah membuka kedok pembelaan/pembenaran diri kita dan menjadikan kita peka terhadap hal-hal yang belum pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya.
Bila Yesus meyakinkan sesuatu kepada Anda melalui firman-Nya, jangan berusaha mengelak. Jika Anda mengelak, maka Anda akan menjadi seorang penipu. Periksalah hal-hal yang cenderung membuat Anda ”angkat bahu” dan dalam hal-hal apa Anda menolak untuk taat, maka Anda akan tahu mengapa Anda tidak bertumbuh secara rohani. Seperti kata Yesus, ” Pergilah berdamai dahulu... ” Sekalipun dengan risiko dituduh sebagai seorang yang fanatik, Anda harus mentaati apa yang disuruhkan Allah kepada Anda. (My Utmost for His Highest, 27 Juli)

Kamis, 01 Juli 2010

1 Jul ’10 - Hukuman Yang Tidak Terelakkan

PERNAHKAH bertanya pada diri sendiri mengapa tidak bertumbuh secara rohani? Renungan hari ini mengatakan, pertanyakanlah apakah Anda telah melunasi utang-utang Anda dari sudut pandang Allah – yaitu kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan “sekarang juga”, sesuai dengan tuntunan atau teguran Roh Kudus yang terus mengikuti hidup kita. Kalau tidak, Ia akan ”melakukan sejauh apapun untuk menolong Anda mengambil jalan yang benar”.

HUKUMAN YANG TIDAK TERELAKKAN

Sesungguhnya Engkau tidak akan keluar dan sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas” (Matius 5:26).
TIDAK ada surga yang di dalamnya terdapat sudut neraka. Allah bermaksud untuk menjadikan Anda murni, suci dan benar dan Dia tidak akan membiarkan Anda luput dari pengamatan cermat dari Roh Kudus walaupun hanya sesaat. Dia mendesak Anda untuk mengambil keputusan segera saat Dia menegur Anda, tetapi Anda tidak taat. Lalu proses yang tidak terelakkan mulai berlangsung dengan membawa hukuman yang tidak terelakkan. Kini Anda telah “dilemparkan ke dalam penjara (dan) ... engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas” (Matius 5:25-26). Lalu Anda terkejut dan bertanya, “Apa inikah Allah yang penuh rahmat dan kasih?
Bila dilihat dari perspektif Allah, ini adalah pelayanan kasih yang mulia. Allah berhendak membawa Anda keluar dalam keadaan suci, tidak bercacat dan tidak bercela, tetapi Dia ingin Anda (terlebih dahulu) mengenal sifat (nature) yang Anda yang sesungguhnya dan yang Anda pertunjukkan - sifat yang menuntut hak Anda kepada diri Anda sendiri.
Pada saat Anda bersedia mempersilakan Allah mengubah sifat (nature)Anda, kuasa penciptaan kembali Allah akan mulai bekerja. Dan saat Anda menyadari bahwa maksud Allah ialah agar Anda masuk dalam hubungan yang benar dengan Dia dan (kemudian) dengan orang lain, Dia akan melakukan sejauh apapun untuk menolong Anda mengambil jalan yang benar.
Putuskanlah untuk melakukan itu sekarang dengan berkata, “Ya Tuhan, aku akan mengerjakan apa yang aku harus kerjakan saat ini juga”, Aku menulis surat itu sekarang juga,” atau “Aku akan berdamai dengan orang itu sekarang juga.”
Khotbah-khotbah Yesus Kristus ini ditujukan untuk kehendak/kemauan Anda dan hati nurani Anda, bukan untuk pemikiran Anda. Jika Anda memperdebatkan ayat-ayat dari Khotbah di Bukit ini dengan penalaran Anda, Anda akan menumpulkan seruan yang disampaikan ke dalam hati Anda.
Jika Anda heran atas diri Anda dan mempertanyakan, “Mengapa ya, aku tidak bertumbuh secara rohani dengan Allah?”, maka tanyailah diri Anda apakah Anda telah melunasi utang-utang Anda dari sudut pandang Allah? Lakukanlah sekarang hal yang harus Anda lakukan, lakukanlah itu kapan saja. Setiap pertanyaan atau panggilan moral datang dengan tuntutan “wajib” dibelakangnya pengetahuan tentang mengetahui apa yang wajib kita lakukan. (My Utmost for His Highest, 1 Juli)

* * * *

Note: Menarik, pernyataan bahwa ”Allah akan melakukan sejauh apapun untuk menolong Anda mengambil jalan yang benar”, dalam teks aslinya dinyatakan dalam ungkapan bahasa Inggris Britain yang indah sekali: He (God) will reach to the very limits of the universe to help you take the right road”.

Selasa, 25 Mei 2010

25 Mei ’10 - Yang Baik atau Paling Baik

BANYAK di antara kita, tegas Renungan hari ini, tidak bertumbuh secara rohani karena lebih suka memilih berdasarkan hak-hak kita, bukannya bergantung pada Allah membuat pilihan itu bagi kita. Dan dikatakan, musuh terbesar dari hidup iman bukanlah dosa. Melainkan pilihan-pilihan baik yang sebenarnya tidak cukup baik. Mengapa? Menjadikan hak menjadi penentu hidup kita, akan menumpulkan pandangan rohani kita ....


YANG BAIK ATAU PALING BAIK
….. jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri (Kejadian 13:9).
Segera setelah Anda mulai menghayati kehidupan iman kepada Allah, maka berbagai hal yang mempesona dan memuaskan secara jasmani segera terbuka di hadapan Anda.
Hal-hal ini adalah hak Anda. Tetapi jika Anda menghayati kehidupan iman maka Anda akan menjalankan hak Anda untuk melepas hak-hak Anda, dan membiarkan Allah membuat pilihan untuk Anda.
Allah kadang-kadang mengizinkan Anda mengalami pencobaan, dimana jika Anda tidak hidup dalam iman, hal-hal yang menyenangkan bagi Anda akan menjadi hal yang selalu menjadi perhatian dan pertimbangan. Tetapi jika Anda hidup dalam iman, dengan senang hati Anda akan melepaskan hak Anda dan membiarkan Allah menentukan pilihan bagi Anda. Inilah disiplin yang digunakan Allah untuk mengubahkan yang lahiriah menjadi yang rohani melalui kepatuhan pada suara-Nya.
Bila hak kita menjadi faktor penentu hidup kita, hal itu akan menumpulkan pandangan atau wawasan rohani kita.
Musuh terbesar dari hidup iman kepada Allah bukanlah dosa, melainkan pilihan-pilihan baik yang sebenarnya tidak cukup baik. Yang baik selalu menjadi musuh yang terbaik.
Dalam nas diatas, agaknya (menurut kebanyakan kita) tindakan paling bijaksana bagi Abram untuk dilakukan adalah melakukan pilihan. Itu adalah haknya, dan orang-orang sekelilingnya akan menganggapnya bodoh karena tidak memilih.
Banyak di antara kita tidak terus bertumbuh secara rohani karena kita lebih suka memilih berdasarkan hak-hak kita, bukannya bergantung pada Allah membuat pilihan itu bagi kita.
Kita harus belajar hidup menurut tolok ukur pandangan yang terpusat kepada Allah. Dan Allah berkata kepada kita, seperti yang dikatakan-Nya kepada Abram, "...hiduplah di hadapan-Ku ... " (Kejadian 17: 1). (My Utmost for His Highest 25 Mei 2010)