Tampilkan postingan dengan label kekuatan allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekuatan allah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 April 2010

19 Apr ‘10 Selalu Waspada

RENUNGAN hari ini mengajak kita untuk selalu waspada terhadap hal-hal yang tampaknya paling mustahil menggoda kita. Dan janganlah pernah berpikir bahwa kita tidak mungkin terantuk dan jatuh. Dikatakan, kekuatan yang tidak dijaga sebenarnya adalah kelemahan yang besar, karena di situlah godaan yang tidak terduga berhasil melemahkan kekuatan. Selanjutnya dibawah ini:

SELALU WASPADA

memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom” (1 Raja-raja 2:28).

Yoab bertahan dalam ujian terbesar dalam hidupnya dengan tetap setia kepada Daud, tanpa berpaling untuk mengikuti Absalom yang memesona dan berambisi. Namun menjelang akhir hidupnya dia berpaling untuk mengikuti Adonia yang lemah dan pengecut.

Hendaklah Anda waspada, karena tempat di mana seseorang telah berpaling itu merupakan tempat di mana siapa pun mungkin tergoda untuk berpaling (lihat 1 Korintus 10:11-13). Anda mungkin telah berhasil menang atas suatu krisis besar, tetapi sekarang waspadalah terhadap hal-hal yang tampaknya paling mustahil menggoda Anda. Janganlah berpikir bahwa Anda tidak mungkin terantuk dan jatuh dalam segi-segi hidup yang di dalamnya Anda telah mengalami kemenangan pada masa lalu.

Kita cenderung berkata, “Aku tidak mungkin akan berbalik lagi kepada hal-hal duniawi setelah mengalami krisis terbesar dalam hidupku.” Jangan mencoba meramal dimana godaan akan datang karena justru dalam hal yang paling tidak terduga terdapat bahaya yang sesungguhnya. Adalah setelah peristiwa rohani yang besar maka hal-hal yang tidak terduga itu mulai menunjukkan pengaruhnya. Hal-hal itu mungkin tidak tampak kuat dan dominan, namun hal-hal tersebut ada hadir. Dan jika Anda tidak berhati-hati, hal- hal itu akan menjatuhkan Anda. Anda telah tetap setia kepada Allah dalam pencobaan yang besar - sekarang waspadalah terhadap arus bawah yang tidak terlihat.

Jangan menyelidiki batin Anda sendiri secara berlebihan, dan menanti-nanti dengan dengan ketakutan, melainkan tetaplah waspada; biarlah ingatan Anda tetap tajam di hadapan Allah. Kekuatan yang tidak dijaga sebenarnya adalah kelemahan yang besar, karena di situlah godaan yang tidak terduga berhasil melemahkan kekuatan. Para tokoh Alkitab tersandung pada sifat-sifat mereka yang kuat, tidak pernah pada kelemahan mereka.

“...dipelihara dalam kekuatan Allah...” - itulah satu-satunya keselamatan/kekuatan kita (l Petrus 1:5). (My Utmost for His Highest, 19 April 2010)

Rabu, 14 April 2010

14 Apr ’10 - Keyakinan Batin Yang Tak Terkalahkan


RENUNGAN ”Keyakinan Batin Yang Tidak Terkalahkan” diakhri dengan satu pernyataan: Sungguh merupakan suatu hal yang ”jahat” atau tidak benar bagi seorang Kristen untuk menjadi lemah di dalam kekuatan Allah. Seperti dikatakan, kita sering ingin kekuatan Allah, tetapi kita tidak mau beban yang diletakkan Allah atas kita - satu-satunya cara untuk mengenal kekuatan Allah. Selanjutnya dibawah ini:

KEYAKINAN BATIN YANG TAK TERKALAHKAN
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku ..... ”(Matius 11:29).
Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya... ” (Ibrani 12:6). Betapa piciknya keluhan kita! Tuhan mengantar kita pada titik dimana kita dapat mempunyai persekutuan dengan Dia, tetapi Ia hanya mendengar kita mengeluh dan mengerang, “Ya Tuhan, biarkan aku menjadi seperti orang lain!”
Yesus meminta kita berjalan bersama Dia lalu mengambil satu ujung kuk agar kita dapat menanggung bersama-sama dengan Dia. Itulah sebabnya Yesus berkata kepada kita, ”Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan" (Matius 11:30).
Apakah Anda dipersatukan sedemikian erat dengan Yesus? Jika demikian, Anda akan bersyukur kepada Allah bila Anda merasakan ”tekanan” tangan-Nya atas diri Anda.
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah” (Yesaya 40: 29). Allah datang dan mengeluarkan kita dari emosi yang tidak benar (emosionalisme), dan kemudian keluhan kita berubah menjadi kidung pujian. Satu-satunya cara untuk mengenal kekuatan Allah adalah mengenakan kuk Yesus dan belajar kepada-Nya.
Kegembiraan yang diberikan TUHAN kepada kalian akan menguatkan kalian” (Nehemia 8:11, BIS). Dari manakah orang kudus mendapatkan sukacita mereka? Jika mengenal beberapa orang Kristen yang sungguh, hanya secara lahiriah, kita mungkin berpikir dari pengamatan kita bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai beban untuk ditanggung. Akan tetapi, kita harus mengangkat selubung dari mata kita. Kenyataannya bahwa damai sejahtera, terang dan sukacita dari Allah yang nyata ada di dalam diri mereka tidaklah tanpa ada beban.
Beban yang diletakkan Allah atas kita akan memeras buah anggur dalam hidup kita dan menghasilkan air anggur. Akan tetapi, kebanyakan dari kita hanya melihat air anggur, bukan beban dibalik semua itu.
Tidak ada kuasa di dunia atau di neraka yang dapat menaklukkan Roh Allah yang hidup dalam roh manusia; hal mana menciptakan suatu keyakinan batin yang tak terkalahkan
Apabila hidup Anda hanya menghasilkan keluhan, bukannya air anggur, enyahkanlah hal itu jauh-jauh. Sungguh merupakan suatu hal yang “jahat” atau tidak benar bagi seorang Kristen untuk menjadi lemah di dalam kekuatan Allah. (My Utmost for His Highest 14 April 2010)