Tampilkan postingan dengan label kehendak Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehendak Tuhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Juni 2010

6 Jun ’10 - Kerjakanlah Hal Yang Dikerjakan Allah di Dalam Anda


RENUNGAN hari ini mengatakan, sering, dalam diri kita, bukannya kehendak kita tidak bersetuju dengan apa yang Allah firmankan atau kehendaki. Tetapi ada penghambat, ada kecenderungan dalam diri kita yang membuat kita tidak berdaya untuk melakukan kehendak Allah - yang kita tahu harus dilakukan. Apa penghambat tersebut, dan bagaimana agar kehendak Allah dapat kita hidupi secara wajar seperti halnya bernafas.

KERJAKANLAH HAL YANG DIKERJAKAN ALLAH DI DALAM ANDA
....... karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu .....karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu” (Filipi 2:12-13).
Kenyataan yang sering terjadi bahwa kehendak Anda bersetuju dengan Allah atau Firman-Nya, tetapi di dalam daging ada kecenderungan yang membuat Anda tidak berdaya untuk melakukan tindakan yang seharusnya Anda lakukan. Bila Allah datang kedalam kesadaran atau nurani kita, hal pertama dilakukan nurani adalah menggugah kehendak kita, dan kehendak kita bersetuju dengan Allah.
Namun Anda mungkin berkata, “Tetapi aku tidak tahu apakah kehendakku sesuai dengan Allah.” Pandanglah pada Yesus maka Anda akan mendapati bahwa kehendak dan hati nurani Anda selaras dengan Dia setiap waktu.
Dapat timbul dalam pikiran atau kita mengatakan, “Aku tidak mau patuh”. Apa yang menyebabkan pemikiran seperti itu adalah karena ada hal-hal yang menghambat, yang menutup kehendak Anda terhadap terobosan pekerjaan Roh Tuhan. Yaitu kekerasan hati atau sikap keras kepala, dan sikap tersebut tidak pernah selaras dengan Allah. Hal yang paling dalam pada diri seseorang adalah kehendak orang tersebut, bukannya dosa. Kehendak adalah unsur penting dalam penciptaan Allah akan manusia - dosa adalah kecenderungan yang jahat yang memasuki hidup manusia.
Di dalam seseorang yang telah dilahirkan kembali, sumber kehendak ialah Allah Yang Mahakuasa. “….. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” Anda harus “mengerjakan” hal yang dikerjakan Allah di dalam Anda dengan penuh perhatian - bukan bekerja untuk memperoleh keselamatan Anda sendiri, melainkan mengerjakannya sehingga Anda akan menunjukkan bukti suatu hidup yang berlandaskan iman yang tidak tergoyahkan pada penebusan Tuhan yang sempurna.
Pada saat Anda melakukan hal ini Anda akan memiliki kehendak yang tidak bertentangan dengan kehendak Allah - kehendak Allah menjadi kehendak Anda. Pilihan Anda akan sesuai dengan kehendak Allah, dan Anda akan menghayati kehidupan ini dengan wajar (natural) seperti halnya bernafas. Kedegilan atau kekerasan hati adalah rintangan yang bisa dibiarkan, yang menolak terang dari Tuhan dan menghambat alirannya. Satu-satunya tindakan yang harus dilakukan terhadap kedegilan ini ialah meledakkannya dengan “dinamit”, yaitu kepatuhan pada Roh Kudus.
Percayakah saya bahwa Allah Yang Mahakuasa ialah Sumber kehendak saya? Allah bukan hanya mengharapkan saya melakukan kehendak-Nya, melainkan Dia ada di dalam saya untuk mengerjakannya. (My Utmost for His Highest, 6 Juni)

Senin, 29 Maret 2010

29 Mar ’10 - Kunjungan Tuhan Yang Mengejutkan

SIBUK pelayanan? Renungan hari ini mengatakan, bahwa rintangan utama kesiapan akan kunjungan Yesus pada setiap saat, bukanlah kesulitan, melainkan kesibukan dalam pelayanan. Kedengarannya janggal. Tapi itulah kenyataannya. Ketika keberagamaan hanya suatu gaya hidup yang agung, bukan hati pada apa yang menjadi kehendak Tuhan dan dan memikirkan pikiran-Nya. Bagamana seharusnya? Lebih lanjut dalam dibawah ini:

KUNJUNGAN TUHAN YANG MENGEJUTKAN 

Hendaklah kamu juga siap sedia ...” (Lukas 12:40).

KEBUTUHAN terbesar seorang pekerja Kristen adalah kesiapan menghadapi Yesus pada setiap kesempatan. Ini tidaklah mudah, tidak jadi soal apa pun pengalaman yang telah kita lalui. Perjuangan ini bukanlah melawan dosa, kesulitan atau situasi, melainkan melawan kesibukan dalam pelayanan kita kepada Yesus Kristus, sehingga kita tidak siap menghadapi Yesus pada setiap kesempatan. Kebutuhan terbesar bukanlah menghadapi kepercayaan atau doktrin kita, atau bahkan soal berguna atau tidaknya kita bagi Dia, melainkan untuk menghadapDia.

Yesus jarang datang di tempat mana kita mengharapkan-Nya. Dia datang di tempat yang tidak kita sangka atau harapkan, dan selalu dalam situasi yang paling tidak masuk akal.

Satu-satunya cara seorang hamba dapat tetap benar kepada Allah adalah dengan siap menerima kunjungan yang mengejutkan dari Tuhan. Kesiapan ini tidak akan terwujud dengan pelayanan, tetapi melalui kenyataan rohani yang kuat, mengharapkan Yesus Kristus pada setiap kesempatan.

Suasana ekspektasi atau pengharapan seperti ini akan memberi hidup kita suatu sikap pengaguman seperti anak yang diinginkan-Nya dari kita. Jika kita ingin siap untuk kedatangan Yesus Kristus, kita harus berhenti sekedar keberagamaan. Dengan kata lain, kita harus berhenti menggunakan agama seolah-olah itu merupakan suatu gaya hidup yang agung - kita harus bersikap nyata secara rohani.

Memang, jika Anda menghindari panggilan pemikiran keagamaan dari dunia masa kini dan sebagai gantinya Anda mengarahkan “mata yang tertuju kepada Yesus” (Ibrani 12:2), menetapkan hati pada apa yang menjadi kehendak-Nya dan memikirkan pikiran-Nya, maka Anda akan dianggap tidak berguna dan seorang pemimpi-siang-bolong atau pelamun. Akan tetapi, bila Dia tiba-tiba datang di tengah-tengah kesibukan kerja, Anda akan menjadi satu-satunya orang yang siap menyambut Dia.

Anda jangan mempercayai seorangpun, bahkan harus mengabaikan seorang hamba Tuhan yang hebat dan mengagumkan *) jika dia merintangi pandangan Anda pada Yesus Kristus. (My Utmost for His Highest, 29 Maret 2010)
___
*) Kalimat, ”seorang hamba Tuhan yang hebat dan mengagumkan”, terjemahan bebas saya dari teks asli untuk “the finest saint on earth”, dengan maksud mengaktualkan pernyataan ini. (Admin).