Tampilkan postingan dengan label hidup kebangkitan Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup kebangkitan Yesus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 April 2010

11 Apr ’10 - Keilahian Yang Sempurna dan Berhasil-Guna



RENUNGAN hari ini masih lanjutan dari yang kemarin. Dimana dikatakan, sekali saya mengambil keputusan penting tentang dosa, maka adalah mudah untuk memandang bahwa saya sesungguhnya “mati terhadap dosa”, karena saya menemukan kehidupan Yesus di dalam diri saya sepanjang waktu. Hidup kebangkitan Yesus menembus ke dalam setiap bagian dan sifat manusia saya. Selanjutnya dibawah ini:

KEILAHIAN YANG SEMPURNA DAN BERHASIL-GUNA
Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya (Roma 6:5).
Kebangkitan Bersama Kristus. Bukti bahwa saya telah mengalami penyaliban dengan Yesus adalah bahwa saya mempunyai keserupaan dengan Dia. Roh Yesus masuk dan membentuk kembali hidup pribadi saya di hadapan Allah. Kebangkitan Yesus telah memberi Dia wewenang untuk memberi kehidupan Allah kepada saya, dan pengalaman hidup saya sekarang harus dibangun di atas dasar kehidupanNya. Saya dapat memiliki hidup kebangkitan Yesus disini dan sekarang ini, dan hal itu akan terlihat dengan sendirinya melalui kesucian.
Gagasan yang terbentang di seluruh tulisan Paulus adalah bahwa sesudah kita dipersatukan dengan Yesus dalam kematian-Nya, hidup kebangkitan Yesus menembus ke dalam setiap bagian dan sifat manusia kita. Dibutuhkan kemahakuasaan Allah - keilahian-Nya yang sempurna dan berhasil-guna - untuk menjalankan kehidupan Anak Allah dalam tubuh manusia.
Roh Kudus tidak dapat diterima sebagai seorang tamu yang tinggal hanya dalam sebuah kamar saja di rumah - Dia mengisi dan menguasai seluruh rumah; dan sekali saya memutuskan bahwa “manusia lama” saya (yaitu dosa turunan saya) harus disatukan dengan kematian Yesus, maka Roh Kudus mengisi dan menguasai saya. Dia mengambil alih pimpinan dalam segala sesuatu. Bagian saya adalah berjalan dalam terang dan mematuhi semua yang dinyatakan-Nya kepada saya.
Sekali saya mengambil keputusan penting tentang dosa itu, maka adalah mudah untuk memandang bahwa saya sesungguhnya “mati terhadap dosa”, karena saya menemukan kehidupan Yesus di dalam diri saya sepanjang waktu (Roma 6:11).
Sama seperti hanya ada satu jenis kemanusiaan, maka hanya ada satu jenis kekudusan – kekudusan Yesus. Dan adalah kekudusan-Nya yang telah diberikan kepada saya. Allah menaruh kekudusan Anak-Nya ke dalam diri saya, dan saya masuk dalam sebuah tata kehidupan rohani yang baru. (My Utmost fo His Highest, 11 April 2010)

Kamis, 08 April 2010

8 Apr ’10. Tujuan Kuasa Kebangkitan-Nya


APAKAH makna dan tujuan kebangkitan Yesus? Renungan hari ini memberikan jawabannya secara jelas dan praktis. Kebangkitan-Nya berarti Dia mempunyai kuasa untuk menyalurkan kehidupan-Nya kepada saya, saat ini, melalui kelahiran kembali. Roh Kudus terus-menerus menerapkan kuasa penebusan Salib Kristus kepada hidup kita. Dan lelak kita dibangkitkan menuju hidup kebangkit-Nya. Lebih lanjut dibawah ini:
 TUJUAN KUASA KEBANGKITAN-NYA
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (Lukas 24:26).
Salib Tuhan adalah pintu gerbang untuk memasuki kehidupan-Nya. Kebangkitan-Nya berarti Dia mempunyai kuasa untuk menyalurkan kehidupan-Nya kepada saya. Ketika saya dilahirkan kembali, saya menerima hidup kebangkitan Tuhan Yesus.
Kuasa kebangkitan Kristus – maksud yang telah ditentukan sebelumnya - adalah untuk membawa ”banyak orang kepada kemuliaan” (Ibrani 2:10). Penggenapan rencana-Nya memberi Dia hak untuk menjadikan anak-anak Allah. Kita tidak pernah mempunyai hubungan yang sama dengan Allah seperti yang dipunyai Anak Allah, tetapi kita dibawa oleh sang Anak ke dalam hubungan bapa dengan anak.
Ketika Tuhan kita bangkit dari antara orang mati, Dia bangkit menuju hidup yang baru - hidup yang tidak pernah dijalani-Nya sebelum Dia menjadi Allah yang menjelma/berinkarnasi. Dia bangkit menuju kehidupan yang tidak pernah ada sebelumnya.
Dan makna kebangkitan-Nya bagi kita adalah bahwa kita dibangkitkan menuju hidup kebangkit-Nya, bukan tetap dalam hidup kita yang lama. Suatu hari kelak kita akan memiliki tubuh seperti tubuh kemuliaan-Nya, tetapi sekarang ini kita dapat mengenal kuasa kebangkitan-Nya dan dapat hidup dalam hidup yang baru” (Roma 6:4). Tekad Paulus adalah “mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya” (Filipi 3:10).
Yesus berdoa, “Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya" (Yohanes 17:2). Istilah Roh Kudus sebenarnya adalah nama lain bagi pengalaman hidup kekal yang bekerja di dalam umat manusia sekarang ini. Roh Kudus adalah keilahian Allah yang terus-menerus menerapkan kuasa penebusan Salib Kristus kepada hidup kita.
Syukur kepada Allah untuk kebenaran yang mulia bahwa Roh-Nya dapat membentuk nature/sifat Yesus di dalam diri kita, jika kita mau mematuhi-Nya. (My Utmost fo His Highest, 8 April 2010)